2013/07/04

Ngentot Janda Karna Bis Rusak Mesin

http://sphotos-c.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc7/487088_445127925553746_10283900_n.jpg

Hari itu Aku dapat tugas ke Surabaya oleh bosku, karena sopir kantor sedang bertugas ke luar kota aku harus berangkat sendiri tanpa sopir, dan dengan beberapa alasan aku putuskan untuk naik bis malam saja karena akan sangat lelah jika harus menyetir sendiri dari Jakarta ke Surabaya. Sore itu aku mengantre membeli tiket di terminal, di sana terlihat sangat ramai mungkin karena malam minggu. Setelah penuh perjuangan akhirnya aku dapat juga tiket ke Surabaya, sambil menunggu bis datang karena masih sekitar 2 jam dari pada pulang lagi, aku masuk ke warung untuk ngopi dan ngerokok
Tiba-tiba,gubraaaakkkk….. !!! seorang anak kecil jatuh di sampingku, aku menarik kursi dan menolongnya, kemudian seorang wanita berlari kecil mendekati kami, ternyata mamanya. Wanita itu meminta maaf, tapi aku maklum karena namanya anak kecil, suka bermain-main dan berlarian kesana-sini, dia memperkenalkan diri, namanya Mbak Hartini. Akupun mengajaknya duduk ngobrol di warung itu, Mbak Hartini mengiyakan, dan kami pun semakin akrab dalam obrolan sore itu. Ternyata dia mau ke Surabaya juga,  ada urusan bisnis, dia orangnya supel dan terbuka, meski baru kenal rasanya sudah akrab seperti teman lama. Dari obrolan itu aku tahu kalau Mbak Hartini adalah janda anak satu, sudah dua tahun pisah dengan suaminya.
Aku banyak memperhatikan gerak-geriknya, sangat kunikmati melihat dirinya yang begitu cantik dan seksi. Rambutnya panjang hitam, kulitnya putih bersih, dan dadanya wow…montok bro… kayaknya ukuran 36. Apalagi waktu anaknya bermain-main di samping meja, Mbak Hartini berusaha menarik anaknya, dia agak menunduk, dan dari situ kulihat kaosnya turun sedikit ke bawah sehingga jelas kulihat belahan dadanya yang begitu indah, BHnya berwarna merah, oh seksi sekali. Aku menggendong anaknya dan meletakkan ke pangkuan Mbak Hartini, tanpa sengaja tanganku menyentuh dada Mbak Hartini karena kepala anaknya mendongak ke belakang, wah empuk sekali, kutahan sebentar semoga Mbak Hartini tidak memperhatikan, kutekan sedikit dadanya sambil berpura-pura menarik kepala anaknya. Ohhhh….. sintal dan montok. Mbak Hartini melirik ke arahku sambil tersenyum, sepertinya dia tahu aku mencoba jahil dan sedikit nakal. Akupun membalas senyumnya, sambil sedikit menggodanya dengan gurauan, apa Mbak Hartini tidak kesepian 2 tahun sendiri, kalau pas pengin gimana, tanyaku.  Mbak Hartini malah jujur sebenarnya kesepian juga, tapi ada anak yang bisa jadi bahan kesibukan sehingga lupa dengan nafsu syahwatnya, tapi kalau memang sudah benar-benar tidak tahan dia mengaku sering melakukan masturbasi di kamarnya. Ohh, mendengar pengakuan itu,pikiranku semakin tak karuan aku jadi membayangkan wajahnya cantiknya saat melakukan masturbasi, memasukkan jari-jarinya ke memeknya, dan mendesah-desah, ohh…ohh…ohhh… aku jadi melamun, tak terasa juga kontolku mulai menegang dan perlahan mulai mengeras, aduh bahaya neh… tapi seandainya aku bisa menikmati tubuh Mbak Hartini, pasti enak dan nikmat sekali. Akupun mencoba mencari cara dan terus menggodanya dengan sedikit rayuan dan gurauan. Yah namanya juga usaha…

Bis yang akan kami tumpangi sudah datang tapi ternyata mengalami kerusakan mesin, padahal itu adalah bis terakhir jurusan Surabaya. Agen tiketnya menawarkan untuk mengembalikan uang tiket atau tetap berangkat tapi besok pagi. Aku memilih untuk mengambil uangnya, dan urusan besok gampanglah tinggal beli tiket lagi. Mbak Hartini pun demikian dia mengambil kembali uangnya,  dan aku menawarkannya untuk naik taksi pulang ke rumah, maksudku pengin tahu rumahnya juga. Mbak Hartini tidak keberatan. Dan pulanglah kami berdua dalam satu taksi. Di dalam taksi aku mengeluarkan jurus-jurus gerilya meneruskan usahaku tadi di warung, anaknya Mbak Hartini tertidur lelap di pangkuanku, aku duduk menempel di samping Mbak Hartini, aku memberanikan diri menggenggam tangannya yang lentik, Mbak Hartini melirikku dan tersenyum malah dia menyandarkan kepalanya di bahuku. Sopir taksi tak curiga sedikitpun, mungkin dia merasa kami adalah pasangan suami istri bersama satu anak…. Menurutku sich kami berdua memang serasi hehehe…aku menggerakkan sedikit lenganku supaya menyentuh sedikit dadanya, dan ahhhh dadanya yang kenyal kini menempel di lenganku. Kugerak-gerakkan sedikit, Mbak Hartini mengubah posisi duduknya, dia mendekatkan tubuhnya semakin lengket di tubuhku, dan tangan Mbak Hartini memegang pahaku. Aduh…. Kontolku kembali mengeras, wajahnya kini sudah menyentuh pundakku, rambutnya terurai di dadaku, aku semakin tak karuan, kuberanikan diri mendekatkan mulutku ke wajahnya, sesaat dia menatapku kemudian memejamkan mata, seperti membiarkanku mencium bibirnya. Akupun dengan lincah menciumi bibirnya, melumat-lumat, dan kumainkan lidahku di dalam mulutnya, bau nafasnya sangat wangi, bibir kami sudah berpautan satu sama lain. Semakin nafsuin ini janda, apalagi tangannya mulai digerakkan naik turun mengelus-elus pahaku, aduh… kontolku semakin keras. Beberapa saat kemudian anaknya bergerak seperti terbangun, kami menyudahi ciuman itu, Mbak Hartini mengambil anaknya dan meletakkan di pangkuannya. Tak lama kemudian Taksi berhenti di sebuah rumah yang tampak sepi,Mbak Hartini mengajakku masuk ke rumahnya, setelah aku membayar taksi aku membantu Mbak Hartini membawakan tasnya karena dia menggendong anaknya yang tertidur.
Sampai di dalam rumah aku langsung numpang mandi, sementara Mbak Hartini menidurkan anaknya di dalam kamar. Selesai mandi aku  mau ganti baju di kamar dan masih mengenakan celana pendek, Mbak Hartini meliriku dan melewatiku begitu saja menuju kamar mandi, sepertinya mau mandi juga, tapi pemandangan itu membuat pikiranku kotor kembali,Mbak Hartini hanya mengenakan sehelai handuk untuk menutupi badannya yang putih bersih dan mulus, aku memandanginya dari belakang, pahanya terlihat sangat bersih dan begitu menggairahkan. Aku benar-benar tak mampu menahan nafsuku. Pikiran bejatku langsung merasuk ke dalam hati hingga nafsuku langsung mengalir ke ubun-ubun. Aku mengejarnya ke kamar mandi, saat dia mau menutup pintu kamar mandi, aku menahan pintunya dan masuk ke dalam, kemudian baru aku tutup dan kunci pintu kamar mandi. Mbak Hartini terdiam dan menatapku, aku tak peduli karena memang nafsuku tak terbendung lagi, kutarik tubuhnya dalam pelukanku, kuciumi bibirnya dengan penuh nafsu, kemudian lehernya dan tengkuknya, kujilati bibir dan lehernya sambil sesekali aku cupang dan sedot lehernya yang putih bersih. Aku yang hanya mengenakan celana boxer nampak betul kontolku seperti sudah mau keluar dari sarangnya, kontolku terlihat tegak menonjol ke depan seperti tombak yang siap menghujam musuh. Kugesekkan kontolku ke memek Mbak Hartini yang hanya tertutup handuk, kudorong tubuhnya ke dinding, kemudian kuremas-remas payudaranya, dadanya begitu montok dan sintal,kulepaskan pengait handuk di tengah dadanya, dan ohhhh… saat itu juga handuknya turun ke bawah sehingga buah dadanya yang begitu montok nampak jelas di depanku, tak mau kusia-siakan kesempatan itu. Kuciumi buah dadanya satu persatu,kujilati putting susunya, sambil terus kugoyang-goyangkan pinggulku agar kontolku menggesek-gesek memek Mbak Hartini. Tanganku meremas pantat Mbak Hartini, Mbak Hartini menarik kepalaku dengan tangannya, sepertinya dia tidak ingin mulutku lepas dari putting susunya. Perlahan kutarik handuknya dan terus menempelkan kontolku ke memeknya, kini handuknya sudah terlepas tinggal sebuah celana dalam menutupi memeknya yang terlihat sedikit menggunung. Kuselipkan tanganku ke dalam celananya, dan jariku menyentuh memeknya yang ternyata sudah basah. Kugesek-gesek memeknya dengan jariku dan kusentuh itilnya, kuputar-putar sedikit dan kumain-mainkan sambil terus kunikmati putting susunya. Mbak Hartini menggelinjang, badannya bergoyang-goyang maju mundur seiring permainan jariku di sela memeknya, tapi jariku tak berhenti disitu, jari tengahku perlahan menusuk ke lubang vagina Mbak Hartini, dia semakin menikmati permainanku, terus saja kutusuk-tusuk memek Mbak Hartini dengan jariku, maju mundur keluar masuk, nampaknya celana dalamnya sedikit mengganggu, Mbak Hartini menurunkan sendiri celana dalamnya. Akupun semakin leluasa memainkan jari-jariku di memeknya. Mbak Hartini yang begitu cantik dan seksi kini pasrah dalam pelukanku. Tiba-tiba tangan Mbak Hartini memegang kepalaku dan menurunkannya, ternyata dia ingin aku menciumi memeknya juga, akupun tak keberatan, kuciumi bibir vaginanya yang mulai nampak kemerahan, kubuka dinding vaginanya dengan jariku kemudian kujilati itilnya dan dinding vaginanya kusedot-sedot, Mbak Hartini memegang kepalaku semakin erat dan sedikit menjambak rambutku, terus saja kujilati memeknya yang begitu indah, pantatnya terus bergerak-gerak, terus saja kumasukkan jariku ke memeknya sambil kujilati itilnya, mulutnya juga tak berhenti mendesah, kali ini desahannya semakin keras, ahhh… uhhh…. Ahhh… uhhh…. Terus mas…nikmat sekali…ah… uhh… sudah lama aku tidak merasakannya…. Terus mas… terus…. Ohhhhh…. dan sedikit cairan keluar dari memeknya, sepertinya dia orgasme, jariku basah, kukeluarkan jariku dan kuhentikan jilatanku di itilnya.
Mbak Hartini agak melemah, sepertinya semakin tidak berdaya setelah mencapai puncak kenikmatan yang pertama tadi. Aku berdiri dan kembali mencium bibirnya, dia membalasnya, kini tangannya yang gentian memegang kontolku diremas-remasnya batang pelirku, kulepaskan celanaku dan kamipun berdua sama-sama bertelanjang bulat dan saling berhadapan. Aku membalikkan tubuhnya dan mengarahkannya ke bak mandi, tangannya berpegangan ke bak mandi dan membungkuk sedikit dengan posisi membelakangiku, kutarik pinggulnya dan tanganku mengarahkan kontolku menuju memeknya, kepala kontolku sudah menemui sasarannya, kontolku berhasil menyentuh lubang kemaluannya, dan kumajukan sedikit bokongku, dan sleeepppp ahhhhh…kontolku berhasil menembus liang senggama Mbak Hartini yang sudah berlendir, sehingga mudah sekali kontolku melaju masuk ke dinding vagina Mbak Hartini paling dalam, kubiarkan kontolku memasuki memeknya, kunikmati sebentar kehangatan itu, ternyata masih kenceng juga janda beranak satu ini, nikmat sekali kontolku berada di dalam memeknya, kupegang pundak Mbak Hartini, dan tangan kiriku meremas buah dadanya, kutarik sedikit kontolku keluar kemudian kumasukkan lagi, kukeluarkan lagi dan kumasukkan lagi, semakin cepat dan semakin cepat, ah kukocok-kocok kontolku ke dalam lubang vagina Mbak Hartini yang semakin hangat dan semakin basah saja, kukocok-kocok maju mundur terus dan terus kemudian sesaat kupelankan ritme permainanku kukocok semakin pelan, Mbak Hartini memegang pinggulku dan menariknya seolah ingin aku lebih cepat lagi, aku menurutinya dan kukocok-kocok lagi kontolku dan vaginanya dengan cepat, maju mundur, keluar masuk terus ah oh… ah oh… nikmat sekali memeknya.  Ohhhh  dan ahhhh…. Mbak Hartini menahan gerakanku, kubiarkan kontolku berada di dalam vaginanya kutahan sebentar karena ada cairan dari memek Mbak Hartini keluar lagi, oh dia orgasme lagi… wah  ini cewek sepertinya menikmati banget kontolku… santai aja Mbak, masih ada lagi kok,kontolku juga masih ngaceng masih pengin terus ngentotin Mbak, setelah berhenti beberapa detik, kubalikkan lagi tubuh Mbak Hartini, kemudian aku menyuruhnya duduk di atas bak mandi, kubuka pahanya wah memeknya cantik banget, sekarang terlihat merah merekah habis orgasme dua kali, kuambil handuknya dan kubersihkan memeknya dari cairan kenikmatan Mbak Hartini, tapi kontolku masih tegang dan ingin lebih lama lagi ngentot Mbak Hartini, aku mendekatinya lagi kucium bibirnya,kuremas dadanya dan kubuka pahanya, sambil kuciumi dia aku memasukkan lagi batang kontolku ke dalam mulut vaginanya, kakinya diangkat naik melingkari pinggulku, ini membuat kontolku semakin dalam masuk ke dalam memeknya, dan semakin nikmat kurasakan kontolku yang maju mundur menempel di dinding vaginanya, oh benar-benar nikmat.
Aku terus meremas buah dadanya, sementara pinggulku maju mundur tak berhenti mengocok memeknya dengan kontolku, permainan ini begitu panas dan menggairahkan, ah benar-benar nikmat pokoknya, sulit  diungkapkan jantungku berdebar kencang dan aliran darahku semakin kencang mengelilingi tubuhku. Maju mundur terus pantatku menikmati memek Mbak Hartini yang begitu hangat dan nikmat, tiba-tiba tubuhku sedikit tegang, kedua pahaku sedikit bergetar dan ternyata spermaku mau keluar, cepat-cepat aku mengeluarkan kontolku dari memek Mbak Hartini, kuremas-remas sendiri kontolku dengan tanganku kukocok-kocok untuk mengeluarkan spermaku, tapi Mbak Hartini dengan sigap langsung duduk di depanku dan wajahnya berada tepat di depan kontolku, dia membuka mulutnya dan tangannya mengocok kontolku, diremas-remasnya batang pelirku, dan dimasukkan kontolku ke dalam mulutnya, dia mengulum kontolku dan oh…. Crottt …. Crooottt… spermaku tumpah ke dalam mulut Mbak Hartini … dia menjilati kepala kontolku dengan lidahnya untuk membersihkan kontolku. Setelah bersih kami berdua berdiri dan sesaat berpelukan, seolah saling mengucapkan terima kasih atas kepuasan di malam itu….
Ah kenangan ini takkan kulupakan, memeknya begitu nikmat dan hangat, terima kasih Mbak Hartini. Kami  pun berdua mandi bersama, sambil sesekali bercanda kupegang memeknya, dia memegang kontolku, layaknya suami istri yang sedang berbulan madu. Selesai mandi kami makan bersama, aku nonton berita di televise, dan Mbak Hartini tidur sambil memeluk anaknya di kamar.
Saat malam tiba aku mulai ngantuk, kumatikan TV dan semua lampu, kemudian berbaring di sofa depan televisi, kutarik selimut untuk menutup tubuhku yang mulai kedinginan, suara pintu kamar Mbak Hartini seperti membuka, ternyata Mbak Hartini terbangun, samar
-samar kulihat mbak Hartini datang mendekatiku, semakin dekat dan…
ohhh dia langsung merebahkan tubuhnya di atas tubuhku, dengan liar dia menciumi bibirku kemudian leherku, dia mengangkat kaosku dan menjilati perutku, kemudian puting susuku dimainkan dengan lidahnya. Kutarik saja kaosku ke atas dan kulepaskan, Mbak Hartini semakin menurunkan wajahnya dan kini dia membuka pelan celana pendekku, diciumi kontolku dan dikocok-kocok dengan tangannya perlahan, aku mengangkat pinggulku karena merasakan nikmat yang luar biasa. Tanpa ampun dia terus mengulum-ulum batang pelirku, aku menggelinjang tak karuan, nikmat sekali. Kujambak rambutnya dan kutarik kemudian kudorong lagi, sehingga kepalanya naik turun di pangkal pahaku, kontolku semakin keras dan kencang, badanku semakin tegang menahan nikmat diemut oleh Mbak Hartini. Tangannya ikut membantu mengocok-ngocok kontolku yang semakin nikmat saja, aku ga tahan lagi  aku menarik tubuhnya dan menidurkannya di sofa, kutarik celana dalamnya dan kulepaskan, kubuka pahanya dan nampaklah memeknya dengan sedikit rambut menghias di sekelilingnya. Tiba-tiba tangan Mbak Hartini memegang kepalaku dan menurunkannya, ternyata dia ingin aku menciumi memeknya juga, akupun tak keberatan, kuciumi bibir vaginanya yang mulai nampak kemerahan, kubuka dinding vaginanya dengan jariku kemudian kujilati itilnya dan dinding vaginanya kusedot-sedot, Mbak Hartini memegang kepalaku semakin erat dan sedikit menjambak rambutku, terus saja kujilati memeknya yang begitu indah, pantatnya terus bergerak-gerak, terus saja kumasukkan jariku ke memeknya sambil kujilati itilnya, mulutnya juga tak berhenti mendesah, kali ini desahannya semakin keras, ahhh… uhhh…. Ahhh… uhhh…. Terus mas…nikmat sekali…ah… uhh… sudah lama aku tidak merasakannya…. Terus mas… terus…. Ohhhhh…. dan sedikit cairan keluar dari memeknya, sepertinya dia orgasme, jariku basah, kukeluarkan jariku dan kuhentikan jilatanku di itilnya.
Mbak Hartini agak melemah, sepertinya semakin tidak berdaya setelah mencapai puncak kenikmatan yang pertama tadi. Kulepaskan dasternya perlahan, Aku mendekatkan wajahku ke wajahnya dan kembali mencium bibirnya, dia membalasnya, kini tangannya yang kembali memegang kontolku diremas-remasnya batang pelirku, kulepaskan celanaku dan kamipun berdua sama-sama bertelanjang bulat dan saling berhadapan. Aku membalikkan tubuhnya dan mengarahkannya ke ujung sofa, tangannya berpegangan ke sofa dan duduk membungkuk sedikit dengan posisi membelakangiku, kutarik pinggulnya dan tanganku mengarahkan kontolku menuju memeknya, kepala kontolku sudah menemui sasarannya, kontolku berhasil menyentuh lubang kemaluannya, dan kumajukan sedikit bokongku, dan sleeepppp ahhhhh…kontolku berhasil menembus liang senggama Kami berdua bercinta dengan gaya doggy style di atas sofa, nikmat sekali, memek Mbak Hartini yang sudah berlendir, memudahkan kontolku melaju masuk ke dinding vagina Mbak Hartini paling dalam, kubiarkan kontolku memasuki memeknya, kunikmati sebentar kehangatan itu, kuingat sensasi bercinta di kamar mandi tadi, nikmat sekali kontolku berada di dalam memeknya, kupegang pundak Mbak Hartini, dan tangan kiriku meremas buah dadanya, kutarik sedikit kontolku keluar kemudian kumasukkan lagi, kukeluarkan lagi dan kumasukkan lagi, semakin cepat dan semakin cepat, ah kukocok-kocok kontolku ke dalam lubang vagina Mbak Hartini yang semakin hangat dan semakin basah saja, kukocok-kocok maju mundur terus dan terus kemudian sesaat kupelankan ritme permainanku kukocok semakin pelan, Mbak Hartini memegang pinggulku dan menariknya seolah ingin aku lebih cepat lagi, aku menurutinya dan kukocok-kocok lagi kontolku dan vaginanya dengan cepat, maju mundur, keluar masuk terus ah oh… ah oh… nikmat sekali memeknya.  Ohhhh  dan ahhhh…. Mbak Hartini menahan gerakanku, kubiarkan kontolku berada di dalam vaginanya kutahan sebentar karena ada cairan dari memek Mbak Hartini keluar lagi, oh dia orgasme lagi… wah  ini cewek sepertinya menikmati banget kontolku… tapi kontolku juga masih ngaceng masih pengin terus ngentotin memek Mbak Hartini, setelah berhenti beberapa detik, kubalikkan lagi tubuh Mbak Hartini, kemudian aku menyuruhnya telentang di atas sofa dengan paha terbuka lebar, satu kaki naik ke sandaran sofa, wah seksi sekali dia. Wajahnya pasrah dan ingin sekali segera aku entot. pahanya terlihat sangat mulus kujilati paha dan semakin naik ke memeknya, wah memeknya enak banget, sekarang terlihat semakin merah merekah habis orgasme dua kali, kontolku semakin tegang kupegang kontolku dengan satu tanganku dan mengarahkannya ke memek Mbak Hartini, sambil kuciumi dia aku memasukkan lagi batang kontolku ke dalam mulut vaginanya, dan semakin nikmat kurasakan kontolku yang maju mundur menempel di dinding vaginanya, oh benar-benar nikmat.
Aku terus meremas buah dadanya, sementara pinggulku maju mundur tak berhenti mengocok memeknya dengan kontolku, permainan ini begitu panas dan menggairahkan, ah benar-benar nikmat pokoknya, sulit  diungkapkan jantungku berdebar kencang dan aliran darahku semakin kencang mengelilingi tubuhku. Maju mundur terus pantatku menikmati memek Mbak Hartini yang begitu hangat dan nikmat, aku peluk erat tubuhnya, semakin erat sehingga dadaku menempel erat pada putting susunya, tiba-tiba tubuhku sedikit tegang, kedua pahaku sedikit bergetar dan ternyata spermaku mau keluar, cepat-cepat aku mengeluarkan kontolku dari memek Mbak Hartini, kuremas-remas sendiri kontolku dengan tanganku kukocok-kocok untuk mengeluarkan spermaku, Mbak Hartini duduk di sofa, sementara aku turun dan berdiri di hadapan Mbak Hartini kutarik tangannya untuk mengocok kontolku, dia membuka mulutnya dan diremas-remasnya batang pelirku, dan dikeluarmasukkan kontolku ke dalam mulutnya, dia mengulum kontolku dan oh…. Crottt …. Crooottt… spermaku tumpah ke dalam mulut Mbak Hartini … dia menjilati kepala kontolku dengan lidahnya untuk membersihkan kontolku. Oh puas sekali aku malam itu, kusandarkan dia di sofa dan kupeluk erat, dia menarik selimut dan kami berduapun tidur bersama di atas sofa dalam keadaan telanjang bulat dan saling berpelukan hangat. Kucium keningnya dan sesaat kemudian kami tertidur pulas.

0 komentar:

Poskan Komentar